By BADEA ABU AL-NAJA | ARAB NEWS
Published: Oct 4, 2011 11:20 Updated: Oct 4, 2011 11:37
MAKKAH: The Al-Zamazima Office, which serves Zamzam water, has started the implementation of this year’s Haj plan.
The plan aims to provide the blessed water to pilgrims from the moment of their arrival in Saudi Arabia until their departure, the office’s head Sulaiman Abu Ghelya announced on Monday.
He said during the first phase of the plan, which will continue until Oct. 13, small plastic bags of water will be served to the pilgrims at their guidance and reception centers in Jeddah and Madinah.
Abu Ghelya said the execution of the second phase of the plan would start on Oct. 13 and continue until Nov. 3 during which packages of 20 liters will be provided to the pilgrims at their accommodation in Makkah.
“The implementation of the third and final phase of the plan will begin on Nov. 10 and continue until Dec. 6 during which every pilgrim will be given a plastic bag containing 1.5 liters of Zamzam water as a gift to take home,” Abu Ghelya said.
He said all buses and cars transporting pilgrims would be supplied with enough Zamzam water to serve pilgrims. He recalled that last year 32 million liters of the holy water were given away.
He revealed that the office would employ about 1,000 seasonal workers who will be divided into field groups covering Makkah, Madinah and the holy sites.
He said six of these groups would be serving pilgrims at their accommodation.
Abu Ghelya said under the directives of Haj Minister Fouad Al-Farsy, about 100,000 additional containers of 20 liters each were produced and stacked away in warehouses as a reserve.
http://arabnews.com/saudiarabia/article511366.ece
Seputar kabar mutakhir Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Haji dan Umrah.
iklan mudah
Tampilkan postingan dengan label info haji 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info haji 2011. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Oktober 2011
Bus Pengantar Calhaj Masuk Jurang, 2 Tewas, 18 Terluka
Rabu, 05/10/2011 18:12 WIB
Muchus Budi R. - detikNews
Boyolali - Bus rombongan pengantar jamaah calon haji (calhaj) dari Kendal, mengalami naas di Boyolali. Bus tersebut oleng lalu terjun ke jurang. 2 Orang tewas seketika, 18 orang lainnya mengalami luka-luka serius.
Bus berpenumpang para pengantar calhaj tersebut hendak pulang ke desa asal mereka di Gadean, Weleri, Kendal, Jawa Tengah, saat mengalami kecelakaan di Boyolali, Rabu (5/10/2011). Sebelumnya mereka dari Asrama Haji Donohudan untuk mengantar kerabat mereka yang hendak menunaikan ibadah haji.
Bus ukuran kecil PO Curug Sewu Jaya bernopol H 1423 GD tersebut berpenumpang 25 orang, dikemudikan oleh Heru Riwayanto (43). Kejadian itu terjadi ketika bus melaju dari arah Solo menuju arah Semarang.
Sesampainya di ruas jalan di Dukuh Ngangkruk, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, bus tiba-tiba oleng ke kanan. Bus menghantam jembatan dan langsung terjun ke jurang sedalam 15 meter. Bus berhenti dalam posisi terbalik dengan roda di atas dan dalam kondisi ringsek.
"Tiba-tiba terdengar suara keras, ketika badan bus terjun ke dasar jurang. Tapi saat kejadian itu kondisi jalan sedang sepi. Bus tersebut juga tidak sedang menyalip kendaraan lainnya. Tidak tahu kenapa bisa menyelonong ke arah kanan badan jalan," ujar Nardi, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Akibat kejadian itu, dua penumpang bus tewas seketika. Keduanya adalah Yatemi (53) dan Nuryati (50). Sedangkan 18 orang, dua diantaranya adalah anak-anak, mengalami luka.
Para korban luka selanjutnya dikirim ke tiga rumah sakit di Boyolali, masing 12 orang dirawat di RSU Pandang Arang, 3 orang dirawat di RS Umi Barokah, dan 3 orang dirawat di RS PKU Muhammadiyah.
"Sebagian besar pasien korban yang dirawat di rumah sakit kami mengalami cedera di bagian kepala," ujar dokter UGD di RSU Pandan Arang, dr Ratna.
Muchus Budi R. - detikNews
Salah seorang penumpang saat dimintai kesaksian mengaku tidak mengetahui pasti awal mula kejadian kecelakaan. "Tahu-tahu sudah berada berada di dasar jurang dan kaki saya terjepit," ujar Jumini (49), salah satu penumpang bus yang saat ini dirawat RSU Pandan Arang, Boyolali.
Sedangkan Kapolres Boyolali, AKBP Romin Thaib, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut. Pihaknya masih akan memeriksa sopir bus yang saat ini dirawat di RS Umi Barokah karena patah tulang tangan.
(mbr/fay)
http://www.detiknews.com/read/2011/10/05/181221/1737690/10/bus-pengantar-calhaj-masuk-jurang-2-tewas-18-terluka
Muchus Budi R. - detikNews
Boyolali - Bus rombongan pengantar jamaah calon haji (calhaj) dari Kendal, mengalami naas di Boyolali. Bus tersebut oleng lalu terjun ke jurang. 2 Orang tewas seketika, 18 orang lainnya mengalami luka-luka serius.
Bus berpenumpang para pengantar calhaj tersebut hendak pulang ke desa asal mereka di Gadean, Weleri, Kendal, Jawa Tengah, saat mengalami kecelakaan di Boyolali, Rabu (5/10/2011). Sebelumnya mereka dari Asrama Haji Donohudan untuk mengantar kerabat mereka yang hendak menunaikan ibadah haji.
Bus ukuran kecil PO Curug Sewu Jaya bernopol H 1423 GD tersebut berpenumpang 25 orang, dikemudikan oleh Heru Riwayanto (43). Kejadian itu terjadi ketika bus melaju dari arah Solo menuju arah Semarang.
Sesampainya di ruas jalan di Dukuh Ngangkruk, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, bus tiba-tiba oleng ke kanan. Bus menghantam jembatan dan langsung terjun ke jurang sedalam 15 meter. Bus berhenti dalam posisi terbalik dengan roda di atas dan dalam kondisi ringsek.
"Tiba-tiba terdengar suara keras, ketika badan bus terjun ke dasar jurang. Tapi saat kejadian itu kondisi jalan sedang sepi. Bus tersebut juga tidak sedang menyalip kendaraan lainnya. Tidak tahu kenapa bisa menyelonong ke arah kanan badan jalan," ujar Nardi, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Akibat kejadian itu, dua penumpang bus tewas seketika. Keduanya adalah Yatemi (53) dan Nuryati (50). Sedangkan 18 orang, dua diantaranya adalah anak-anak, mengalami luka.
Para korban luka selanjutnya dikirim ke tiga rumah sakit di Boyolali, masing 12 orang dirawat di RSU Pandang Arang, 3 orang dirawat di RS Umi Barokah, dan 3 orang dirawat di RS PKU Muhammadiyah.
"Sebagian besar pasien korban yang dirawat di rumah sakit kami mengalami cedera di bagian kepala," ujar dokter UGD di RSU Pandan Arang, dr Ratna.
Muchus Budi R. - detikNews
Salah seorang penumpang saat dimintai kesaksian mengaku tidak mengetahui pasti awal mula kejadian kecelakaan. "Tahu-tahu sudah berada berada di dasar jurang dan kaki saya terjepit," ujar Jumini (49), salah satu penumpang bus yang saat ini dirawat RSU Pandan Arang, Boyolali.
Sedangkan Kapolres Boyolali, AKBP Romin Thaib, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut. Pihaknya masih akan memeriksa sopir bus yang saat ini dirawat di RS Umi Barokah karena patah tulang tangan.
(mbr/fay)
http://www.detiknews.com/read/2011/10/05/181221/1737690/10/bus-pengantar-calhaj-masuk-jurang-2-tewas-18-terluka
Hindari Sakit Perut, Konsumsi Jamaah Haji dengan Prasmanan
Rabu, 05/10/2011 15:37 WIB
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Salah satu hal yang menjadi perhatian Kementerian Agama saat penyelenggaraan haji adalah terkait konsumsi untuk jamaah. Untuk menghindari jamaah mengalami sakit perut, konsumsi untuk jamaah haji diputuskan dengan prasmanan bukan dengan boks.
Ada 3 hal yang harus diperhatikan terkait penyelenggaraan katering haji. Pertama, tingkat distribusinya cepat. Kedua, tingkat kesehatan makanan. Ketiga, kecukupan gizi makanan.
"Jadi itu suksesnya ketika dimakan, kami berharap distribusi dan kesehatan itu bisa sesuai dengan harapan," kata Menteri Agama Suryadharma Ali usai upacara HUT ke-66 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10/2011).
Dia menuturkan, ada 2 cara penerapan katering yakni menggunakan boks dan prasmanan. Prasmanan dan boks mejadi perdebatan di Arafah dan Minah. Jika menggunakan boks, risiko basi lebih tinggi dan dapat menyebabkan sakit perut. Namun keunggulan nasi boks, dapat dikirim ke tenda-tenda dan jamaah tidak perlu mengantre.
"Kalau prasmanan itu fresh dan jamaah bisa memilih makanan mana yang disukai, dan risiko basinya bisa dikatakan nol persen. Nah oleh karenanya kami memilih prasmanan dengan antrean panjang, tetapi tidak berisiko sakit perut. Karena kalau sakit perut itu tidak bisa beribadah," lanjut Suryadharma.
Menteri asal PPP ini menyebut, pemberangkatan haji sampai dengan hari ini dan sampai dengan Madinah ada masalah. Penerbangan, perjalanan darat, penempatan jamaah di hotel-hotel dan katering hingga hari ini tidak ada masalah.
"Keberangkatan itu dari tanggal 3 Oktober, sekarang sudah tanggal 5 Oktober. Itu kira-kira 12 ribu orang dari total 201 ribu orang itu haji reguler, dan 20 ribu itu haji plus," sambung Suryadharma.
(vit/fay)
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Salah satu hal yang menjadi perhatian Kementerian Agama saat penyelenggaraan haji adalah terkait konsumsi untuk jamaah. Untuk menghindari jamaah mengalami sakit perut, konsumsi untuk jamaah haji diputuskan dengan prasmanan bukan dengan boks.
Ada 3 hal yang harus diperhatikan terkait penyelenggaraan katering haji. Pertama, tingkat distribusinya cepat. Kedua, tingkat kesehatan makanan. Ketiga, kecukupan gizi makanan.
"Jadi itu suksesnya ketika dimakan, kami berharap distribusi dan kesehatan itu bisa sesuai dengan harapan," kata Menteri Agama Suryadharma Ali usai upacara HUT ke-66 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10/2011).
Dia menuturkan, ada 2 cara penerapan katering yakni menggunakan boks dan prasmanan. Prasmanan dan boks mejadi perdebatan di Arafah dan Minah. Jika menggunakan boks, risiko basi lebih tinggi dan dapat menyebabkan sakit perut. Namun keunggulan nasi boks, dapat dikirim ke tenda-tenda dan jamaah tidak perlu mengantre.
"Kalau prasmanan itu fresh dan jamaah bisa memilih makanan mana yang disukai, dan risiko basinya bisa dikatakan nol persen. Nah oleh karenanya kami memilih prasmanan dengan antrean panjang, tetapi tidak berisiko sakit perut. Karena kalau sakit perut itu tidak bisa beribadah," lanjut Suryadharma.
Menteri asal PPP ini menyebut, pemberangkatan haji sampai dengan hari ini dan sampai dengan Madinah ada masalah. Penerbangan, perjalanan darat, penempatan jamaah di hotel-hotel dan katering hingga hari ini tidak ada masalah.
"Keberangkatan itu dari tanggal 3 Oktober, sekarang sudah tanggal 5 Oktober. Itu kira-kira 12 ribu orang dari total 201 ribu orang itu haji reguler, dan 20 ribu itu haji plus," sambung Suryadharma.
(vit/fay)
Label:
info haji 2011,
madinah,
makkah,
masjidil haram
Laporan dari Arab Saudi: Seorang Jamaah Haji Alami Keguguran
Madinah - Seorang calon jamaah haji Indonesia mengalami keguguran kandungan (abortus imminens) di Madinah. Sekarang jamaah tersebut dirujuk ke RS Bersalin Wiladah.
Menurut data Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah, jamaah bernama Nola Ismaya itu tiba di BPHI pukul 09.30 WAS, Rabu (5/10/2011).
Dia mengalami keluar darah dan mulas hebat. Pada pukul 10.30 WAS, jamaah dari kloter 1 JKS itu dirujuk ke RS Bersalin Wiladah.
BPHI saat ini juga masih merawatt Zaininah (52), yang mendapat serangan stroke ketika hendak terbang ke Saudi. Begitu tiba di Bandara Madinah hari Minggu (2/10), warga Jambi itu langsung didorong menuju BPHI.
"Tangan dan kaki kiri tidak bisa gerak, rasanya berat," katanya terbata, saat dijumpai di ruang perawatannya, Rabu pukul 20.00 WAS atau 24.00 WIB. Dia gerak-gerakkan tangan kirinya yang lunglai dengan tangan kanannya.
Dia menceritakan, sebelum kena serangan stroke, dia mandi malam sekitar pukul 2 dinihari. Dia mandi untuk persiapan masuk asrama haji di embarkasi haji. Kondisinya saat itu juga tengah lelah.
Namun syukurlah semangat Zaininah untuk sembuh sangat tinggi sehingga diharapkan segera pulih.
Pasien lainnya yang dirawat rata-rata telah berusia uzur. Mereka memiliki riwayat hipertensi dan diabetes. Selain itu juga dehidrasi karena kurang asupan.
(nrl/feb)
http://www.detiknews.com/read/2011/10/06/045326/1737859/10/seorang-jamaah-haji-alami-keguguran
Menurut data Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah, jamaah bernama Nola Ismaya itu tiba di BPHI pukul 09.30 WAS, Rabu (5/10/2011).
Dia mengalami keluar darah dan mulas hebat. Pada pukul 10.30 WAS, jamaah dari kloter 1 JKS itu dirujuk ke RS Bersalin Wiladah.
BPHI saat ini juga masih merawatt Zaininah (52), yang mendapat serangan stroke ketika hendak terbang ke Saudi. Begitu tiba di Bandara Madinah hari Minggu (2/10), warga Jambi itu langsung didorong menuju BPHI.
"Tangan dan kaki kiri tidak bisa gerak, rasanya berat," katanya terbata, saat dijumpai di ruang perawatannya, Rabu pukul 20.00 WAS atau 24.00 WIB. Dia gerak-gerakkan tangan kirinya yang lunglai dengan tangan kanannya.
Dia menceritakan, sebelum kena serangan stroke, dia mandi malam sekitar pukul 2 dinihari. Dia mandi untuk persiapan masuk asrama haji di embarkasi haji. Kondisinya saat itu juga tengah lelah.
Namun syukurlah semangat Zaininah untuk sembuh sangat tinggi sehingga diharapkan segera pulih.
Pasien lainnya yang dirawat rata-rata telah berusia uzur. Mereka memiliki riwayat hipertensi dan diabetes. Selain itu juga dehidrasi karena kurang asupan.
(nrl/feb)
http://www.detiknews.com/read/2011/10/06/045326/1737859/10/seorang-jamaah-haji-alami-keguguran
Langganan:
Postingan (Atom)

